CV Adhit Pratama     - Jasa Sumur Bor,   Sumur Artesis,   Cetak Surat Yasin

Sumur bor buruk kualitasnya

Buruknya Kualitas Air Sumur Bor

Posted by juliamujari on 13 Juli 2012
Posted in: Uncategorized.

A. Kandungan Logam Berat Besi (Fe) pada Air Sumur Bor

Air merupakan sesuatu yang sangat berharga di muka bumi ini karena tidak ada makhluk hidup yang bisa hidup tanpa air. Saat ini, banyak negara berkembang yang menghadapi masalah atas ketidak seimbangan antara permintaan air dan ketersediaan air, diperparah dengan terus menurunnya kualitas air yang ada. Terus menurunnya kualitas air ini dikarenakan terjadinya pencemaran terhadap badan-badan air tak terkecuali air tanah. Pencemaran terhadap air tanah menimbulkan berbagai polemik yang tidak berkesudahan karena keterbatasan teknologi serta biaya dalam menanggulanginya. Salah satu pencemaran yang paling berbahaya adalah adanya kontaminasi logam berat pada air tanah misalnya pencemaran logam berat besi (Fe). Besi atau Fe merupakan logam berat yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh namun apabila dalam kadar berlebih akan menimbulkan gangguan kesehatan. Fe akan semakin berbahaya apabila terkontaminasi ke air tanah karena dapat mencemari air sumur dan mata air sehingga akan membahayakan kesehatan manusia yang mengkonsumsi air tersebut.

Akibat belum meratanya distribusi air oleh PDAM sehingga masyarakat di daerah serdam (sungai raya dalam) khususnya di komplek Mitra Indah Utama 6 memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka dari sumur bor. Akan tetapi yang menjadi permasalahannya adalah jeleknya kualitas air bor tersebut. Air sumur bor yang bersumber dari air tanah mengandung besi terlarut berbentuk ferro (Fe2+). Jika air tanah tersebut dipompakan keluar dan kontak dengan udara (oksigen) maka besi (Fe2+) akan teroksidasi menjadi ferihidroksida (Fe(OH)3). Ferihidroksida dapat mengendap dan berwarna kuning kecoklatan .Hal ini dapat menodai peralatan porselin dan cucian. Tingginya kadar ion Fe (Fe2+, Fe3+) yaitu terlihat dari warna kuning kecoklatan pada air yang telah didiamkan beberapa menit di udara terbuka (gambar 1.1 dan gambar 1.2). Departemen kesehatan telah menetapkan di dalam Permenkes No. 416 /Per/Menkes/IX/ 1990 tentang air bersih yaitu sebesar 1,0 mg/l kandungan Fe alam air. Tingginya kandungan Fe (Fe2+, Fe3+) ini berhubungan dengan keadaan struktur tanah. Struktur tanah dibagian atas merupakan tanah gambut, selanjutnya berupa lempung gambut dan bagian dalam merupakan campuran lempung gambut dengan sedikit pasir.

B. Dampak Tingginya Fe pada Air Sumur Bor Bagi Manusia yang Menggunakannya

Besi terlarut dalam air dapat berbentuk kation ferro (Fe2+) atau kation ferri (Fe3+). Hal ini tergantung kondisi pH dan oksigen terlarut dalam air. Besi terlarut dapat berbentuk senyawa tersuspensi, sebagai butir koloidal seperti Fe(OH)3, FeO, Fe2O3 dan lain-Iain. Konsentrasi besi terlarut yang masih diperbolehkan dalam air bersih adalah sampai dengan 0,1 mg/l. Apabila kosentrasi besi terlarut dalam air melebihi batas tersebut akan menyebabkan berbagai masalah, diantaranya :

Gangguan Teknis
Endapan Fe (OH) bersifat korosif terhadap pipa dan akan mengendap pada saluran pipa, sehingga mengakibatkan pembuntuan dan efek-efek yang dapat merugikan seperti mengotori bak yang terbuat dari seng. Mengotori wastafel dan kloset

Gangguan Fisik
Gangguan fisik yang ditimbulkan oleh adanya besi terlarut dalam air adalah timbulnya warna, bau, rasa. Air akan terasa tidak enak bila konsentrasi besi terlarutnya >1,0mg/l. Jika di gunakan untuk mencuci pakaian, akan menyebabkan pakaian putih menjadi kuning

Gangguan kesehatan
Senyawa besi dalam jumlah kecil di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai pembentuk sel-sel darah merah, dimana tubuh memerlukan 7-35 mg/hari yang sebagian diperoleh dari air. Tetapi zat Fe yang melebihi dosis yang diperlukan oleh tubuh dapat menimbulkan masalah kesehatan. Hal ini dikarenakan tubuh manusia tidak dapat mengsekresi Fe. Air minum yang mengandung besi cenderung menimbulkan rasa mual apabila dikonsumsi. Selain itu dalam dosis besar dapat merusak dinding usus. Kematian sering kali disebabkan oleh rusaknya dinding usus ini. Kadar Fe yang lebih dari 1 mg/l akan menyebabkan terjadinya iritasi pada mata dan kulit. Apabila kelarutan besi dalam air melebihi 10 mg/l akan menyebabkan air berbau seperti telur busuk. Air tanah yang mengandung CO2 tinggi dan O2 yang terlarut sedikit, dapat mempercepat proses pelarutan besi (dari bentuk tidak terlarut menjadi terlarut). Sedangkan air tanah yang alkalinitasnya tinggi, biasanya memiliki konsentrasi besi rendah, karena besi teroksidasi dan mengendap pada pH tinggi. Air tanah yang mengandung besi dan organik yang tinggi akan membentuk ikatan kompleks yang sulit mengendap dengan aerasi. Kandungan besi yang tinggi merugikan, karena dapat menyebabkan air the menjadi hitam, sayuran yang direbus berwarna gelap, menimbulkan rasa besi/logam, astringent atau obat dan merugikan jika dipakai dalam produksi.

C. Cara penanggulangannya

Untuk penanggulangannya kita dapat menerapkan beberapa metode dalam penurunan kadar Fe dalam sumur bor :

1. Aerasi

Ion Fe selalu di jumpai pada air alami dengan kadar oksigen yang rendah, seperti pada air tanah dan pada daerah danau yang tanpa udara. Fe dapat dihilangkan dari dalam air dengan melakukan oksidasi menjadi Fe(OH)3 yang tidak larut dalam air, kemudian di ikuti dengan pengendapan dan penyaringan. Proses oksidasi dilakukan dengan menggunakan udara biasa di sebut aerasi yaitu dengan cara memasukkan udara dalam air. Cara aerasi ini biasanya dengan mengontakkan/menyebarkan air dengan udara di atas lempengan tipis, melalui tetesan air kecil (waterfall aerator), atau dengan pencampur air dengan gelembung-gelembung udara. Dengan cara ini jumlah oksigen pada air bisa dinaikkan antara 60 ± 80%. Berfluktuasinya kandungan Fe air tanah pada pemompaan ini, tidak terlepas dari sifat siklus hidrogen air tanah.

2. Sedimentasi

Sedimentasi adalah proses pengendapan partikel-partikel padat yang tersuspensi dalam cairan/zat cair karena pengaruh gravitasi (gaya berat secara alami). Proses pengendapan dengan cara gravitasi untuk mengendapkan partikel-partikel tersuspensi yang lebih berat daripada air, ini yang sering dipergunakan dalam pengolahan air. Sedimentasi dapat berlangsung sempurna pada danau yang airnya diam atau suatu wadah air yang dibuat sedemikian rupa sehingga air di dalamya keadaan diam maupun sumur galian. Pada dasarnya proses tersebut tergantung pada pengaruh gaya gravitasi dari partikel tersuspensi dalam air. Sedimentasi dapat berlangsung pada setiap badan air. Biaya pengolahan air dengan proses sedimentasi relatif murah karena tidak membutuhkan peralatan mekanik maupun penambahan bahan kimia. Kegunaan sedimentasi untuk mereduksi bahan-bahan tersuspensi (kekeruhan) dari dalam air dan dapat juga berfungsi untuk mereduksi kandungan organisme (patogen) tertentu dalam air. Proses sedimentasi adalah proses pengendapan dimana masing-masing partikel tidak mengalami perubahan bentuk, ukuran, ataupun kerapatan selama proses pengendapan berlangsung. Partikel-partikel padat akan mengendap bila gaya gravitasi lebih besar dari pada kekentalan dan gaya kelembaban (Enersia) dalam cairan.

3. Filtrasi

Proses penyaringan merupakan bagian dari pengolahan air yang pada prinsipnya adalah untuk mengurangi bahan-bahan organik maupun bahan-bahan anorganik yang berada dalam air. Penghilangan zat padat tersuspensi dengan penyaringan memiliki peranan penting, baik yang terjadi dalam pemurnian air tanah maupun dalam pemurnian buatan didalam instalasi pengolahan air. Bahan yang dipakai sebagai media saringan adalah pasir yang mempunyai sifat penyaringan yang baik, keras dan dapat tahan lama dipakai bebas dari kotoran dan tidak larut dalam air serta dengan penggunaan activecarbon. Namun pada saat ini dalam mengatasi kandungan Fe pada pengolahan air baku, telah ditemukan suatu metode baru yakni dengan menggunakan teknik Mangan Zeolite Filtration , dimana Zeolit yang digunakan adalah pasir hijau dilapisi mangan. Setiap butir pasir dilapisi dengan asam-asam besi dan mangan. Tipe media filter ini adalah bentuk dari ion exchange yang biasa digunakan di industri. Proses ini membutuhkan penambahan potasium permanganat pada influent filter secara kontinu, yang berfungsi untuk mengoksidasi besi dan mangan serta berfungsi untuk regenerasi media filter. Dosis pottasium permanganat harus benar-benar tepat karena sisa pottasium permanganat menyebabkan air berwarna merah muda. Disisi lain, dosis yang tepat akan memungkinkan lolosnya mangandi effluen filter. Pada kasus pengolahan air tanah, zeolit lebih baik ditempatkan pada filter bertekanan dari pada filter gravitasi karena untuk menjaga tekanan dari pompa sumur. Perencananan seperti ini menghemat biaya pemompaan. FiltrasiProses penyaringan merupakan bagian dari pengolahan air yang pada prinsipnya adalah untuk mengurangi bahan-bahan organik maupun bahan-bahan anorganik yang berada dalam air. Penghilangan zat padattersuspensi denggan penyaringan memiliki peranan penting, baik yangterjadi dalam pemurnian air tanah maupun dalam pemurnian buatan didalam instalasi pengolahan air. Bahan yang dipakai sebagai mediasaringan adalah pasir yang mempunyai sifat penyaringan yang baik,keras dan dapat tahan lama dipakai bebas dari kotoran dan tidak larutdalam air serta dengan penggunaan activecarbon. Namun pada saat ini dalam mengatasi kandungan Fe pada pengolahan air baku, telah ditemukan suatu metode baru yakni denganmenggunakan teknik Mangan Zeolite Filtration, dimana Zeolit yang digunakan adalah pasir hijau dilapisi mangan. Setiap butir pasir dilapisi dengan asam-asam besi dan mangan. Tipe media filter ini adalah bentuk dari ion exchangeyang biasa digunakan di industri. Proses ini membutuhkan penambahan potasium permanganat pada influent filter secara kontinu, yang berfungsiuntuk mengoksidasi besi dan mangan serta berfungsi untuk regenerasimedia filter. Dosis pottasium permanganat harus benar-benar tepatkarena sisa pottasium permanganat menyebabkan air berwarna merahmuda. Disisi lain, dosis yang tepat akan memungkinkan lolosnya mangandi effluen filter. Pada kasus pengolahan air tanah, zeolit lebih baik ditempatkan pada filter bertekanan daripada filter gravitasi karena untuk menjaga tekanan dari pompa sumur. Perencananan seperti ini menghemat biaya pemompaan dan backwash menggunakan air dari effluent filter lain.

Contact Us

CV. Adhit Pratama
Jl. Mampang Prapatan No. 31
Mampang – Jakarta Selatan
HP         : 0878 8467 4636
                0813 1904 8905
Email    : cvadhit@yahoo.co.id

Kontak Langsung :
Statistik
Client

PT. MKN Wisma Bakrie
PT. K-Line Sumitmas
PT. Dong Jung Indonesia
PT. Maja PerdanaWisma PEDE
PT. Bima Bisalloy Cibitung
PT. Petratama Konsulindo
PT. Donaldson CCE
PT. Agulatek Ciputat Raya
PT. Korea Kumho Gd.Jasa
PT. BTS Logistik
PT. Tri Baraka Jaya
Bellagio
Steuler Industriewerke GmbH
Indotour Travel
Angus House Senayan City
Tama Motor Jl. Warga Satwa
WMC Wisma Metropolitan
Abraham Law Firm
A3 Law Firm
Angus House Chase Plaza
Kredit Plus Grand Wijaya

Copyright © CV Adhit Pratama

Powered By MediaVisual